Awalnya
seorang temanku sedang mengganti sampul meja dengan kertas kado, karena sampul
meja kelas kami rata-rata sudah rusak, maka dialah yang memulainya. Sehingga
hampir semua temanku memutuskan untuk memperbaiki sampul mejanya. Dari awal
kami tidak membuat kesepakatan untuk menyampul meja itu dengan kertas kado,
Namun kami hanya bersepakat untuk mensampul meja dengan rapi. Akhirnya aku dan
Fenti memutuskan menyampul meja kami dengan menggunakan kertas koran.
Seminggu kemudian, salah seorang
temanku yang bernama Maulida dan Elfi meniru apa yang kami lakukan, yaitu
membuat alas meja dengan kertas koran. Akhirnya, pada saat jam pelajaran Kimia,
yang juga beliau adalah wali kelas kami, Mereka ditegur karena kelihatan seperti
adanya ketidak kompakan. Begitu juga dengan kami.
Yaudah deh, akhirnya kami
memutuskan untuk mengubahnya menjadi kertas kado. Namun seminggu kemudian
beliau mendatangi kami ke Meja kami. Awalnya dia bertanya : "Bagaimana
kelihatan di belakang?". Aku dan fenti sudah berpikiran positif mengenai
apa yang ditanyakan beliau. Lantas aku menjawab "Enggak Pak" Yaudah
beliau langsung bertanya "Apa alasan kalian membuat sampul meja ini dengan
kertas koran?, dibuat yaa alasannya di selembar kertas, lalu ditandatangani
sama nazla dan fenti juga." Kami bingungnya bukan main, ini memang
kesalahan kami juga, kami yang sudah berniat mengubahnya menjadi kertas kado,
namun aku belum sempat membelinya. Yau dah deh !!
Ditambah lagi selepas bel
istirahat kedua, beliau membahas hal ini lagi. Padahal aku dan fenti tidak
memiliki alasan khusus untuk membuat alas meja dengan koran. Namun, hanya
terlintas di pikiran saja :D :'). Akhirnya kami berjanji akan menggantinya
hari Senin tangga 1 April 2013. Dan kami berjanji jika belum diganti maka
kami akan mendapat hukuman... :)
Gaktau
ini cerita sedih atau senang !!!!
0 komentar :
Posting Komentar