World Autism Awareness Day

Kemarin, tepatnya tanggal 2 April 2019 jatuh pada hari Autis Dunia. Saya ingin throwback kalipertama saya berinteraksi dengan seorang anak autisme. Tepatnya pada tahun 2016, sewaktu saya main ke Tangerang Selatan, daerah perumahan Serpong, saya berinteraksi dan berbicara dengan anak autisme.
Dahulu, saya berpandangan bahwa anak autisme itu anak yg lambat dalam berpikir dan dibawah rata-rata, namun ternyata saya salah, tidak semua anak autisme seperti itu. Gita gadis kelahiran tahun 2000 adalah anak autisme yang cerdas menurut saya. Bahkan kala itu, saya diajak ngobrol terlebih dahulu dengan Gita. 

Waktu itu 2016 zaman nya drama korea "Descendant of The Sun" Gita merasa exicted dengan sosok pemain Kapten Yoo, dia banyak bercerita tentang kapten Yoo dengan saya, waktu itu saya belum menonton drama tersebut, jadi sambil saya searching hal2 yg dibicarakannya sambil saya dengarkan. Gita juga lancar bahasa inggris, dan hapal ibukota2 negara. Wah!!! 
Gita juga bercita-cita mau kuliah di FISIPOL UGM LOH ..
Terus kenapa gita di bilang autisme?
Gita berbicara sangat cepat dan sulit berhenti, sehingga ketika awal-awal saya berinteraksi dengan Gita, saya cukup kesulitan untuk memahami apa yang dia katakan. Kemudian emosi Gita juga kurang stabil, jadi berdasarkan cerita dan pengalaman orangtua Gita, kalau permintaan dan kemauan Gita tidak diturutin, habis deh. Gita akan emosi habis-habisan ga berenti. Gita juga anak yg superaktif (kalau bahasa Medannya "gabisa diam"). Tapi tetap aja Gita punya segudang cita-cita, sama dengan anak-anak normal lainnya. Gita masih 1 contoh dari sekian banyak anak anak spesial Indonesia yang memiliki kelebihan-kelebihan. 
Selamat Hari Autis Sedunia !!


0 komentar :



Posting Komentar